Latar Belakang

Merebaknya pandemi COVID-19 mendorong banyak pihak mencari metode disinfeksi yang cepat, efisien, dan minim kontak. Dalam situasi tersebut, teknologi UVC (Ultraviolet-C) menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan secara global karena dikaitkan dengan kemampuannya menonaktifkan mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur.

Sinar UVC memiliki sifat germisidal yang sebenarnya telah lama digunakan dalam berbagai aplikasi medis dan pengolahan air. Namun, penerapan masalnya dalam skala ruang publik maupun privat tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah teknologi UVC ini bekerja, melainkan bagaimana ia dapat diimplementasikan secara tepat guna, terukur, dan aman bagi manusia.

Diperlukan pemahaman mendalam mengenai dosis paparan radiasi, jenis perangkat luminaire yang sesuai standar, durasi penggunaan, jarak aman, hingga protokol keselamatan kerja untuk menghindari risiko serius terhadap kulit dan mata.

Melalui seminar ini, Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII) menghadirkan pakar dari unsur praktisi, industri, dan akademisi untuk membedah teknologi UVC secara jernih. Pembahasan ini diarahkan agar masyarakat dan profesional dapat membedakan antara klaim pemasaran, informasi populer, dan prinsip keilmuan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dirancang khusus bagi profesional pencahayaan, arsitek, insinyur MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), pengelola fasilitas gedung, serta masyarakat umum yang berencana menjadikan UVC sebagai bagian dari protokol disinfeksi.

  • Meluruskan mitos dan fakta empiris mengenai efektivitas UVC sebagai agen disinfektan.
  • Memberikan pemahaman fundamental tentang mekanisme kerja radiasi UVC terhadap DNA/RNA patogen.
  • Menggarisbawahi aspek keselamatan ketat dalam pengoperasian UVC di ruang yang dihuni manusia.
  • Membedah tantangan serta peluang standarisasi penerapan teknologi UVC di Indonesia.

Lingkup Pembahasan

Agar peserta mendapatkan gambaran holistik, kurikulum seminar disusun secara bertahap mulai dari teori dasar fisika pencahayaan hingga contoh konkret implementasinya di lapangan.

  • Kajian Ilmiah Dasar — Karakteristik spektrum UVC dan validasi efektivitasnya dalam menonaktifkan patogen.
  • Lanskap Industri — Perkembangan produk luminaire UVC terkini, tren inovasi pabrikan, dan ketersediaannya di pasar.
  • Studi Kasus Integrasi — Meninjau contoh penerapan sistem UVC yang berhasil pada fasilitas kesehatan dan transportasi umum.
  • Protokol Keselamatan — Mitigasi risiko paparan radiasi langsung dan perancangan fail-safe system.

Profil Narasumber

Sesi ini dipandu oleh moderator ahli dan diisi oleh tiga narasumber utama yang mewakili perspektif peneliti, praktisi desain, dan produsen teknologi pencahayaan.

Narasumber I

Dr. Drs. Ec. Iwan Winardi, M.M.

Managing Director PT Pura Tirta Utama & Dirut PT Puri Ing Indonesia.

Narasumber II

Ir. Benno Salinas Fevriarto

Ketua Umum HTII & Principal Lighting Designer PT Adicipta Desain Cahaya.

Narasumber III

Herdito Prasetya, ST

Product Manager – OEM, PT Signify Commercial Indonesia.

Moderator

Dr. Ir. Endah Setyaningsih, MT

Akademisi Universitas Tarumanagara & Bendahara Umum HTII.