Peran Lampu UVC Sebagai Disinfectant Virus Corona di Masa Pandemi Menuju Endemi
Sosialisasi pemanfaatan lampu UVC sebagai disinfektan efektif untuk menonaktifkan virus corona di ruang publik pada masa transisi pandemi menuju endemi.
Poster Resmi
Latar Belakang
Indonesia masih belum bebas dari pandemi Covid-19, maka pembahasan mengenai protokol kesehatan dikaitkan dengan pencahayaan sebagai disinfectant masih sangat relevan guna menuju fase endemi. Usage of lamps as disinfectants has started to become known to the public, but its utilization is still not widespread.
Lampu Ultra Violet type C (UVC) sebagai salah satu disinfektan bila diaplikasikan dengan baik dan benar akan dapat membuat virus corona inaktif dan sekaligus dapat mencegah penyebarannya. Mengingat radiasi UVC memiliki gelombang relatif pendek, maka gelombang tersebut akan mudah diserap oleh sebagian besar permukaan, terutama yang memiliki faktor pantul rendah. Penggunaan lampu UVC secara teratur dan terjadwal adalah yang terbaik untuk pembersihan udara dalam ruang dan pembersihan ke seluruh bidang permukaan di ruang tersebut.
Bila diimplementasikan secara aman, manfaat menggunakan sistem disinfeksi dengan lampu UVC lebih besar dibandingkan resikonya. Pada akhirnya teknologi lampu UVC dapat diterima secara umum sebagai pembersih ruangan (disinfection) dan dikenal secara nasional. (Sumber: LDA October 2020, pg 24-33)
Berkaitan dengan kondisi pandemi di Indonesia, di mana penurunan penyebaran Covid-19 terjadi cukup signifikan, Pemerintah telah menurunkan status Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 (tertinggi) menjadi level 1-2-3 untuk beberapa wilayah. Dengan status tersebut, kegiatan masyarakat dengan skala besar sudah mulai diperbolehkan namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun keterisian ruangan masih dibatasi hanya sampai 50-75%, beberapa sekolah, kantor, mal, kafe, resto, dan bioskop sudah mulai dibuka.
Sehubungan dengan hal tersebut, selain penerapan protokol kesehatan, pembersihan ruangan harus menjadi kegiatan yang teratur dan berkesinambungan. Salah satu disinfektan yang mudah, efektif, dan relatif murah adalah dengan menggunakan lampu UVC. Untuk itu, HTII (Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia) berinisiatif mengadakan seminar terkait lampu UVC dalam kaitannya sebagai tindakan preventif guna mencegah penyebaran virus corona di dalam ruangan.
Maksud dan Tujuan
Kegiatan Webinar ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat bahwa pembersihan ruangan dari virus corona, salah satunya dengan menggunakan lampu UVC, adalah suatu hal yang penting guna mencegah penyebaran virus secara meluas. Tujuan Webinar adalah tersampaikannya informasi kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan udara dalam ruangan terutama akibat penyebaran virus melalui airborne serta menjaga kebersihan benda-benda di dalamnya.
- Memberikan pemahaman bahwa lampu UVC penting untuk mencegah penyebaran virus corona.
- Menyampaikan informasi pentingnya menjaga kebersihan udara dalam ruangan (airborne).
- Mengedukasi masyarakat tentang pembersihan permukaan benda di dalam ruangan.
- Mendorong adopsi teknologi UVC sebagai disinfektan yang aman, mudah, dan murah.
Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan yang akan dilakukan adalah Seminar secara virtual (Webinar) dengan menampilkan pembicara dari kalangan praktisi pencahayaan, praktisi kesehatan, serta penyedia sarana pencahayaan, dalam hal ini lampu UVC.
- Praktisi Pencahayaan — Membahas prinsip kerja, dosis radiasi, dan karakteristik gelombang lampu UVC.
- Praktisi Kesehatan — Menelaah efektivitas UVC dalam menonaktifkan virus corona dan protokol kesehatan ruangan.
- Penyedia Sarana — Presentasi produk dan solusi aplikasi UVC yang aman untuk ruang publik dan komersial.
- Studi Kasus & Implementasi — Diskusi penerapan lampu UVC di sekolah, kantor, mal, dan restoran menuju fase endemi.
Profil Narasumber
Webinar ini menghadirkan pakar dari kalangan praktisi pencahayaan, praktisi kesehatan, dan penyedia sarana pencahayaan.
Ir. Benno Salinas Fevriarto
Ketua Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia
Dr. Sigit Riyarto, M.Kes, AAAK
Director of Persada Hospital Malang
Fina Nurzariasari
Key Account Manager Profesional Trade
Dr. Rizki A. Mangkuto
Institut Teknologi Bandung
