Latar Belakang

Cahaya biru (blue light) merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang pendek dan energi tinggi. Secara alami, cahaya biru berasal dari matahari dan memegang peranan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh manusia—membantu kita tetap terjasa, meningkatkan kewaspadaan, dan mendukung fungsi kognitif pada siang hari.

Namun, perkembangan teknologi pencahayaan buatan, khususnya LED dan layar perangkat digital, telah meningkatkan paparan cahaya biru secara signifikan di luar jam siang. Kondisi ini menciptakan sebuah dilema: di satu sisi, cahaya biru sangat dibutuhkan untuk produktivitas dan kesehatan visual, namun di sisi lain, paparan berlebih di waktu yang tidak tepat dapat mengganggu produksi melatonin dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus menghindari cahaya biru secara total, melainkan bagaimana merancang sistem pencahayaan yang mampu memberikan manfaatnya pada waktu yang tepat dan meminimalkan risikonya saat tidak dibutuhkan.

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya blue light semakin meningkat, namun pemahaman teknis mengenai dosis, waktu paparan, serta solusi pencahayaan yang adaptif masih sangat perlu diperdalam. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara praktisi pencahayaan, produsen, dan regulasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengkaji secara komprehensif kedua sisi dari penggunaan cahaya biru dalam pencahayaan buatan, serta memberikan panduan teknis bagi para profesional dalam merancang solusi pencahayaan yang berpihak pada kesehatan manusia.

  • Memahami fungsi biologis cahaya biru dan pengaruhnya terhadap ritme sirkadian manusia.
  • Mengidentifikasi risiko paparan blue light berlebihan pada ruang kerja dan ruang tinggal.
  • Menyusun strategi desain pencahayaan yang mengakomodasi kebutuhan visual tanpa mengorbankan kesehatan.
  • Mendorong inovasi teknologi luminaire yang mendukung konsep human-centric lighting.

Lingkup Pembahasan

Pembahasan dalam kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh, mulai dari dasar fotobiologi hingga implementasi teknis di lapangan.

  • Aspek Fotobiologis — Membedah mekanisme interaksi cahaya biru dengan reseptor mata dan pengaruhnya terhadap hormon tubuh.
  • Standar & Regulasi — Mengkaji batas aman paparan blue light berdasarkan standar internasional (IEC/CIE) dan regulasi nasional.
  • Desain Pencahayaan Adaptif — Strategi penerapan tunable white dan warm dimming untuk mengontrol suhu warna sesuai kebutuhan waktu.
  • Inovasi Teknologi — Tren produk lampu low-blue dan filter optis untuk aplikasi spesifik seperti rumah sakit, sekolah, dan perumahan.

Profil Narasumber

Sesi ini menghadirkan pakar dari bidang kesehatan, teknologi, dan desain pencahayaan untuk memberikan perspektif yang seimbang.

Narasumber I

Dr. Ir. Endah Setyaningsih, MT

Akademisi Universitas Tarumanagara & Bendahara Umum HTII

Narasumber II

Ir. Benno Salinas Fevriarto

Ketua Umum HTII & Principal Lighting Designer PT Adicipta Desain Cahaya

Narasumber III

Herdito Prasetya, ST

Product Manager – OEM, PT Signify Commercial Indonesia

Moderator

Nick Nurohman

HTII