Latar Belakang

Pencahayaan adalah elemen desain interior yang sangat krusial, bahkan sering disebut sebagai "ruang keempat" setelah lantai, dinding, dan langit-langit. Ia tidak hanya berfungsi untuk menerangi ruangan agar dapat dilihat, tetapi juga menentukan suasana (mood), memperjelas fungsi ruang, menonjolkan tekstur dan warna, hingga menciptakan ilusi ruang yang mendalam.

Desain interior yang baik tidak akan optimal tanpa perencanaan pencahayaan yang matang. Banyak ruang berdesain mewah namun terasa kurang nyaman karena pencahayaan yang terlalu silau, terlalu redup, atau salah pemilihan suhu warna (color temperature). Sebaliknya, ruang sederhana dapat terlihat elegan dengan teknik pencahayaan yang tepat.

Saat ini, tren desain interior tidak hanya menuntut aspek estetika, tetapi juga fungsionalitas dan efisiensi energi. Integrasi cahaya alami (daylighting) dengan sistem pencahayaan buatan yang adaptif menjadi kebutuhan utama di ruang kerja, perumahan, maupun area komersial seperti kafe dan retail.

Cahaya adalah kuas bagi seorang desainer interior. Di mana cahaya jatuh, di situlah mata tertuju; di mana bayangan terbentuk, di situlah kedalaman dan karakter ruang tercipta.

Melalui seminar ini, HTII bertujuan untuk menjembatani pemahaman antara desainer interior, arsitek, dan praktisi pencahayaan agar mampu menciptakan ruang interior yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sehat dan nyaman bagi penghuninya.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas prinsip dan praktik terbaik desain pencahayaan di ruang interior, mencakup aspek estetika, teknis, efisiensi energi, dan psikologi ruang.

  • Memahami prinsip dasar layering cahaya (ambient, task, accent) dalam desain interior.
  • Mengeksplorasi pengaruh suhu warna (warm/cool) dan tingkat iluminansi terhadap suasana ruang.
  • Mengkaji strategi integrasi cahaya alami dan buatan untuk efisiensi energi.
  • Mendorong kolaborasi antara desainer interior, arsitek, dan konsultan pencahayaan.

Lingkup Kegiatan

Pembahasan mencakup aspek desain, teknologi, dan psikologi pencahayaan dalam konteks ruang interior perumahan dan komersial.

  • Teori Layering Cahaya — Penerapan cahaya ambient (umum), task (kerja), dan accent (aksen) untuk menciptakan dimensi ruang.
  • Psikologi & Suasana — Pengaruh Color Rendering Index (CRI) dan suhu warna terhadap emosi dan kenyamanan visual.
  • Integrasi Daylighting — Strategi memanfaatkan cahaya alami dari jendela dan skylight tanpa menyebabkan silau atau panas berlebih.
  • Studi Kasus Interior — Analisis desain pencahayaan pada ruang tamu, dapur, kafe, dan ruang kerja yang berhasil secara visual dan fungsional.

Profil Narasumber

Sesi ini menghadirkan pakar desain interior, konsultan pencahayaan, dan arsitek berpengalaman.

Pembicara I

Bayu Ade Pramudia, ST

Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia

Pembicara II

Agung Taufik Ridho

Senior Executive Engineering PT. Panasonic

Moderator

Nurhidayati S.Sn., M.T

Dosen Desain Interior FSRD UNS-Solo